Keputusan mengenai tidak hadirnya lifter peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah, di ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya menarik perhatian luas dari berbagai kalangan. Tak terkecuali dari jajaran pemerintahan, khususnya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, yang turut memberikan tanggapannya terkait situasi tersebut.

Menpora berusia 56 tahun tersebut menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sepenuhnya menghormati keputusan dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS). Selain itu, pihak pemerintah juga mendukung penuh keberlangsungan proses persidangan yang saat ini masih berjalan di lembaga hukum olahraga internasional tersebut.

"Dukung Olahraga Pemuda, Forum Juang Ononiha Audieansi dengan Dispora DKI Jakarta"
BACA JUGA
"Dukung Olahraga Pemuda, Forum Juang Ononiha Audieansi dengan Dispora DKI Jakarta" Baca Selengkapnya

Guna menjaga ketertiban dan objektivitas, Erick Thohir mengimbau publik serta seluruh pihak terkait agar tidak membuat spekulasi liar mengenai substansi kasus ini. Imbauan tersebut disampaikan mengingat proses pemeriksaan terhadap pokok perkara yang melibatkan sang atlet masih ditangani secara resmi dan terus berlanjut.

Sebelumnya, Rizki Juniansyah dijadwalkan menjadi salah satu tumpuan utama kontingen Indonesia dengan turun bertanding di kelas 85 kg putra cabang olahraga angkat besi pada Asian Games 2026. Kehadirannya sempat menjadi salah satu yang paling diantisipasi untuk menyumbangkan medali bagi kontingen Merah Putih.

Namun pada akhirnya, sang lifter andalan dipastikan absen dari pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut. Kepastian ini didapat setelah permohonan untuk mencabut penangguhan sementara (provisional suspension) yang dijatuhkan oleh Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) resmi ditolak oleh pihak CAS.