Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinannya mengenai fenomena individu berpendidikan tinggi yang terkesan acuh terhadap ketidakadilan di tengah masyarakat. Menurut pandangannya, amat ganjil apabila seseorang yang dibekali ilmu pengetahuan luas justru gagal menangkap serta memperjuangkan keadilan di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat menyoroti kembali prinsip dasar yang ditanamkan oleh Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Prabowo menilai bahwa moto pendidikan yang diterapkan di lingkungan pesantren tersebut pada dasarnya selaras dengan nilai-nilai pembentukan karakter yang diajarkan di Akademi Militer (Akmil).

Dari Kuliah Umum ke Aksi Nyata, Sekjen PIKI Dorong Mahasiswa IAKN Toraja Berprestasi dan Mandiri
BACA JUGA
Dari Kuliah Umum ke Aksi Nyata, Sekjen PIKI Dorong Mahasiswa IAKN Toraja Berprestasi dan Mandiri Baca Selengkapnya

Dalam sambutannya pada acara syukuran peringatan 100 tahun Pondok Gontor di Jawa Timur, Prabowo menekankan pentingnya memiliki budi pekerti yang luhur. Ia menyuarakan agar nilai-nilai kejujuran dan keikhlasan dapat diresapi secara mendalam oleh setiap individu, serta menjauhi segala bentuk praktik korupsi.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan agar tidak ada pihak yang bersikap munafik dengan hanya berpura-pura menunjukkan integritas. Sikap berpura-pura jujur dan ikhlas dinilai sangat berbahaya, terlebih jika nilai-nilai positif tersebut hanya dijadikan topeng untuk mendapatkan posisi tertentu.

Ia menyindir keras perbuatan oknum yang menyalahgunakan amanah begitu kepercayaan dan jabatan resmi telah diberikan. Prabowo menegaskan bahwa tindakan mencuri aset negara atau merugikan rakyat setelah memegang posisi strategis merupakan cerminan dari pengkhianatan terhadap nilai moral dan moralitas bangsa.